Ekspor barang dapat menjadi bisnis yang menjanjikan jika Anda mengetahui dan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan. Dilansir dari situs beacukai.go.id, ekspor merupakan kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Adapun barang yang dikenakan bea keluar, di antaranya kulit dan kayu, biji kakao, kelapa sawit dan produk turunannya, produk hasil pengolahan mineral logam, produk mineral logam dengan kriteria tertentu. Kegiatan ekspor ini tentu mempunyai risiko yang tinggi, seperti terjadi masalah saat barang diperjalanan sehingga menyebabkan barang rusak atau hilang. Untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga tersebut, Asuransi pengangkutan barang hadir sebagai solusi yang tepat. Dengan begitu, Anda tidak perlu mengkhawatirkan kerugian yang harus Anda tanggung apabila kejadian tersebut terjadi.

Asuransi pengangkutan barang
Prosedur Ekspor Barang

Pemerintah sudah menetapkan prosedur yang harus ditaati oleh para eksportir, sebutan untung pelaku ekspor, sebelum mengeluarkan barang dari daerah pabean. Mari simak prosedur ekspor berikut ini.

  1. Tahap pertama adalah Anda harus menyampaikan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) berupa dokumen ke kantor Bea Cukai disertai dengan invoice, packing list, dan dokumen wajib lainnya.
  2. Setelah submit dokumen PEB, pejabat atau petugas yang berwenang akan melakukan penelitian dokumen guna memeriksa adanya dokumen yang tidak lengkap.
  3. Jika dianggap tidak lengkap, dokumen akan ditolak dengan diterbitkannya Nota Pemberitahuan Penolakan (NPP). Namun apabila sudah lengkap dan sesuai, maka dokumen akan diproses dan diterbitkan Nota Pemberitahuan Persyaratan Dokumen (NPPD).
  4. Jika semua sudah sesuai dan tidak mengharuskan adanya pemeriksaan fisik barang, maka PEB akan diberikan nomor dan tanggal disertai dengan respon Nota Pelayanan Ekspor (NPE). Namun jika harus ada pemeriksaan fisik barang, akan diterbitkan Pemberitahuan Pemeriksaan Barang (PPB).
  5. Pemeriksaan fisik barang dilakukan untuk mengetahui apakah termasuk yang dibatasi atau dilarang. Setelah sudah sesuai semua, NPE baru bisa diterbitkan.

Adapun barang ekspor yang harus melalui tahap pemeriksaan fisik berdasarkan manajemen risiko, dilansir dari situs beacukai.go.id, di antaranya:

  1. Barang ekspor yang akan diimpor kembali.
  2. Barang ekspor yang diimpor kembali dengan tujuan untuk diekspor lagi.
  3. Barang ekspor yang mendapatkan fasilitas pembebasan dan fasilitas pengembalian.
  4. Barang ekspor yang dikenakan bea keluar.
  5. Barang ekspor yang terindikasi kuat akan atau telah terjadi pelanggaran terhadap perundang-undangan di bidang perpajakan, berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak.
  6. Barang ekspor yang berdasarkan analisis dari Unit Pengawasan terindikasi kuat akan atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan.

Pemeriksaan fisik ini dapat dilakukan di kawasan pabean, gudang eksportir, atau tempat penyimpanan barang ekpor lainnya. Patuhi alur prosedur yang sudah ditetapkan sehingga Anda tidak akan mengalami kendala, seperti terkena pidana denda, yang dapat menghambat usaha Anda. Semoga artikel ini memberikan informasi yang Anda perlukan, ya!

Sumber:

https://www.beacukai.go.id/arsip/pab/ekspor.html

https://indonesia.go.id/kategori/kepabeanan/436/syarat-menjadi-eksportir-dan-prosedur-kepabeanannya

https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/22/143000965/prosedur-ekspor-barang-sesuai-peraturan-bea-cukai?page=all

By Dias

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *